Tuesday, 20 June 2017

Lima Aktivitas Menarik Dengan Menggunakan Flashcards

Flashcards menjadi salah satu media yang penting bagi anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris. Flashcards membantu anak-anak memahami pelajaran tersebut dengan lebih baik. Belajar dengan menggunakan flashcards dapat menciptakan kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Tentu saja hal ini tergantung dari cara penyampaian kita kepada mereka. Butuh waktu memang untuk menemukan dan mengaplikasikan cara yang menarik tersebut.

Persiapan
Siapkan satu set flashcards dengan jenis kata yang sama. Misal,  flashcards tentang alat tulis-menulis (kata benda), flashcards tentang kata kerja, flashcards tentang busana yang kita kenakan, flashcards tentang tempat wisata yang terkenal di dunia dan lain-lain. Anda dapat mengunduh tautan ini untuk mendapatkan flashcards sesuai kebutuhan.
Ayo kita mulai gunakan flashcards untuk aktivitas berikut ini:

1.      Vocabulary building
·     Tunjukkan flashcards satu demi satu kepada anak-anak. Anda bisa melakukan tanya-jawab tentang gambar yang ada di flashcards tersebut. Anda juga bisa melakukan show and tell tentang gambar-gambar di flashcards, terutama jika Anda menghadapi anak-anak yang tak aktif bicara. Gunakan kartu dengan dua sisi. Sisi pertama adalah gambar sedangkan sisi kedua adalah nama dari gambar tersebut. Kartu seperti ini membantu anak untuk fokus dan mengingat kosakata yang dibicarakan lebih baik. Jadi setelah membahas gambar, Anda juga membahas tentang kosakatanya. Ulangi aktivitas ini sekali lagi.
·     Saatnya untuk tebak kata. Tunjukkan satu gambar dan tanyakan, “What is this picture? Gambar apa ini?” Beri petunjuk bila anak-anak tak dapat mengingatnya. Contoh, “This picture begins with the letter P. Gambar ini diawali dengan huruf P.” Selalu informasikan nama dari gambar tersebut meskipun mereka telah mengetahuinya, apalagi jika mereka belum mengetahuinya. Dengan memberitahukan mereka nama dari benda yang ada di flashcards tersebut maka Anda melakukan penyeragaman informasi. Anak-anak akan menyebut gambar tersebut dengan nama yang sama. Ucapkan kata tersebut dan minta mereka untuk mengulanginya. Dengan cara ini diharapkan mereka dapat mengingat kosakata tersebut dengan lebih baik.

2.     Spelling bee
·   Tunjukkan gambar kepada anak-anak. Minta mereka untuk mengeja dan membaca kata dari gambar tersebut. Berikut ini contohnya:
            Anda              : What is this picture? Gambar apa ini?
            Anak 1           : Kotak pensil. Hmmm, pencil case.
Anda            : Very good! Please spell and read the word. Coba eja dan baca kata tersebut.
Anak 1           : P-E-N-C-I-L—C-A-S-E … pencil case.
Anda              : Excellent!

Note: Bagi sebagian besar pelajar usia kanak-kanak dari tanah air, mereka cenderung bingung membedakan ejaan huruf “a”, “e” dan “i” dalam Bahasa Inggris. Bahkan mereka juga terkadang bingung dengan huruf “r” yang bunyinya hampir mirip dengan huruf “a” dalam Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu melatih ejaan huruf vokal kepada mereka secara berulang-ulang.

3.     Question/Answer
·   Anda dapat melakukan diskusi dan memberi pertanyaan kepada anak-anak tentang gambar yang ada di flashcards. Anda dapat memberikan pengetahuan tentang sejarah cokelat, misalnya, jika Anda kebetulan menggunakan gambar cokelat di sesi ini. Cukup beri informasi singkat saja. Anda dapat juga menanyakan fungsi suatu benda. Berikut contohnya:
            Anda              : What is this picture? Gambar apa ini?
            Anak 1           : Singa. Oh, lion!
            Anda              : Good. What does the lion eat? Singa suka makan apa?
            Anak 2           : Ayam. Chicken.
Anda           : Correct. The lion eats meat. Singa itu suka makan daging. Chicken is also the meat. Ayam juga termasuk daging. (giving knowledge)
Anak 1           : Kelinci. Rabbit! Rabbit! Rabbit juga daging, ‘kan?
Anda              : Yes, rabbit is also the meat.
Anak 2           : Wah, kasihan rabbit.
****************************
Anda              : What is this picture? Gambar apa ini?
Anak 1           : Crayon.
Anda           : Good. What is the crayon for? Krayon itu untuk apa? (asking the function)
Anak 2           : Untuk menggambar. Drawing! Drawing!
Anda      : Wonderful. Crayon is for colouring, too. Krayon juga untuk mewarnai.  



4.     Writing sentences
·  Tunjukkan sebuah gambar kepada anak-anak. Minta mereka untuk menulis kalimat tentang gambar tersebut. Anda boleh memberikan gambar yang berbeda bagi tiap anak. Tapi Anda juga boleh memberikan gambar yang sama. Asalkan nantinya mereka menuliskan kalimat yang berbeda tentang gambar tersebut.
·      Minta mereka untuk setidaknya menulis 5 kata dalam sebuah kalimat. Pastikan Anda telah memberi contoh kalimat yang baik dan benar sebelumnya. Akan tetapi untuk pelajar yang masih sangat dasar/pemula, mereka boleh menuliskan kalimat yang sederhana, seperti: “I have apples.” Perhatikan bahwa mereka TIDAK menulis kalimat “I have an apples.” atau “I have a apple.”
·      Selalu beri semangat dan motivasi kepada anak-anak untuk menulis. Setidaknya mereka harus mau mencobanya.
·   Cermati kemampuan menulis mereka. Jika mereka masih terlihat bengong dan bingung, itulah saatnya bagi Anda untuk memberikan contoh kalimat dan bagaimana cara membuat kalimat kepada mereka.

Berikut contoh simulasinya:

Anda             : What is this picture? Gambar apa ini?
Anak 1          : Cat.
Anda            : Good. Now I’m making a sentence by using the word “cat”. Sekarang perhatikan Miss Frida akan membuat kalimat dengan kata “cat”. “I SEE A CAT ON THE TREE.” (write it on the board)
Anak 2         : I see a cat on the tree.
Anda           : Right. How many words on my sentence? Ada berapa kata di kalimat ini? Let’s count together. One-two-three-four-five-six-seven. There are seven words. Ada 7 kata, ya.
Anak 1 & 2  : Yes.
Anda           : Now you go on with another card. Make a sentence, please. Nah, sekarang giliran kamu buat kalimat kalimat dengan gambar ini, ya. Give me five words. Buat kalimat dengan 5 kata. Do you understand?
Anak 1 & 2  : Yes.  
Anda            : Good. So, this is a picture of … (show a picture)
Anak 1          : Zebra.
Anda         : Awesome. Make a sentence with the word “zebra”. Ayo buat kalimat dengan kata “zebra”.
Anak 2         : I SEE A ZEBRA ON THE TREE. (write on the board)

Some things might go like this. J

Jika hal di atas terjadi, segera beri koreksi. Meskipun kalimat di atas benar secara grammar dan ejaannya juga benar, jelaskan kepada anak-anak bahwa kita tidak pernah melihat zebra biasa bertengger di pohon. Zebra hidup bebas di sabana. Lalu tuliskan kalimat yang lebih tepat:
“A ZEBRA IS STANDING UNDER THE TREE.”



5.     Making chained-sentences
·  Tunjukkan sebuah gambar di flashcard. Ajarkan kepada anak-anak bagaimana memainkan game ini. Anda boleh ikut serta supaya lebih meriah. Ini adalah chained-sentence game. Begini cara mainnya:
-          Anak 1: mulai membuat kalimat dengan nama gambar di flashcard.
-          Anak 2: melanjutkan kalimat dengan kata terakhir di kalimat sebelumnya. Menyisipkan kata dari flashcard berikutnya di kalimat tersebut.
-          Anak 3: melakukan hal tersebut di atas dengan flashcard selanjutnya.
-          Anda: tunjukkan flashcard berikutnya dan ikuti permainan.

Berikut contoh simulasinya:

 You           : (show the first flashcard of “glasses” to the first child) Make a sentence with this picture! Buat kalimat dengan gambar ini.
              Child 1           : My mum wears glasses everyday.
You                 : Good job! (show the second flashcard of “pencil” to the next child) Continue the sentence. Start with the last word before and insert this new word. Lanjutkan kalimat. Awali dengan kata terakhir dari temanmu tadi. Dan sisipkan kata dari gambar ini.
Child 2           : Everyday I bring a pencil to school.
You                 : Awesome! (show the third flashcard of “book” to the next child) Ok, continue, please.
Child 3           : School has so many books to read.
You                 : Wonderful! Ok, this is my turn. (show the next flashcard of “train”) Read a book on the train,” said my mum.

Dan seterusnya. Dan selanjutnya.

Bisa jadi kegiatan ini tidak begitu lancar di permulaannya. Terutama bagi anak-anak yang belum terbiasa membuat kalimat dalam Bahasa Inggris. Oleh sebab itu, latihan rutin sangatlah diperlukan demi kelancaran.

Ingatlah untuk selalu membangun suasana fun learning saat belajar bersama anak-anak. Suasana yang kondusif sangat berpengaruh terhadap daya serap mereka. Semoga tips di atas bermanfaat, ya. J

Keep learning, keep teaching and keep sharing.


Eureka,


Miss Frida 


flashcard reference: learnenglishkids.britishcouncil.org 

25 comments:

  1. Terima kasih banyak bunda buat metodenya. Sepertinya juga bisa di pakai nih buat belajar calistung pada anak metodenya 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, Bunda Erysha. Flashcards bisa dipakai untuk belajar apa aja. Khusus di tema saya kali ini memang flashcards untuk belajar kosakata bahasa Inggris.

      Delete
  2. Wow....inspiratif sekali Bu metode pembelajarannya. Memang jaman sekarang anak-anak harus diperkenalkan bahsa asing sedini mungkin sesuai usianya. Jangan sampai kayak saya dulu, baru belajar bahasa inggris saat masuk SMP hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Bu Mutia. Semoga bermanfaat, ya.

      Delete
  3. Menarik sekali metode glash cardnya. Untuk usia anak balita juga pas ya kayaknya. Tnx for sharing bunda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak balita justru harus sering-sering kenal flashcards. Lagi seru-serunya masa belajar tuh.

      Delete
  4. Wah, ini nih. Supaya emaknya juga bisa belajar barengan juga. Makasih Miss. idenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, pasti seru ya, Chan, belajar sama Aksa. OK, semoga bermanfaat, ya.

      Delete
  5. Kreatif bngt mba,,. Hmm mdh2an bs lsg d praktkin bljr btmg kidos,,. Keren idenya mksh bngt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, Mbak Mutie. Buruan eksekusi praktek belajar sama anak-anak, yak.

      Delete
  6. Mau juga ah praktekan ke anak, agar sama sama belajar juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, gitu dong. Buruan dipraktekkan juga. Ditunggu sharing-nya, yaaa ...

      Delete
  7. aku tiap kali bikin flash card, nggak ada yang awet. Kececer, basah atau bentuknya nggak karuan. ada tips biar bisa awet mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Flashcards begitu selesai digunting rapi memang baiknya langsung dilaminasi supaya tetap kering. Siapkan kotak khusus untuk penyimpanan dan letakkan di luar jangkauan anak-anak. Tapi untuk bentuk tak karuan, laminasi ternyata belum menjamin tuh. Ada beberapa lembar flashcards di kelasku yang sukses dikuyel-kuyel Danisha. Lecek. Hiks ...

      Delete
  8. Mau nyoba ah buat keponakan. Dlu aku nggak tea=laten ngajarin buat anakku mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, tante teladan nih. Salut! Anak sendiri lebih gampang ngeselin ya, Mbak Alida? Beda sama anak orang lain. Hahaha ...

      Delete
  9. Waah flashcard ya, noted! Ahh buat ponakan krucilku , ntar aku coba ahh, makasih Miss ya sharingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehem. Satu lagi nih tante teladan. Beneran dicoba lho, teh. Kalo enggak pas, tuker nomor aja yak.
      *dikata beli sepatu kaleee*

      Delete
  10. Wah ... tipsnya brmnfaat sekali ni....

    ReplyDelete
  11. Flashcards ya?
    Salfa pernah beli mainan serupa seperti ini, tetapi mungkin karena masih batita jadinya ada yang hilang dan sobek.
    Ini saya akan coba terapkan lagi, ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip deh. Pasti Salfa tambah pinter deh kalo belajar dan bermain dengan flashcards.

      Namanya juga anak-anak, pegang kertas pasti sobek kalo ga hati-hati. Supaya ga hilang dan sobek lagi, memang harus kitanya yang pinter-pinter nyimpen flashcards.

      Delete
  12. Saya termausk yang gak berhasil menggunakan flash card ketika anak-anak saya masih kecil. Akhirnya pakai cara lain. Tetapi flash card tetap termasuk salah satu aktivitas yang menarik. Banyak juga yang berhasil mengajarkan anak-anak dengan cara flash card ini

    ReplyDelete